“Dan demikian Kami
wahyukan kepadamu wahyu (Al-qur’an) dengan perintah Kami. Sebelumnya kamu
tidaklah mengetahui apakah Al-kitab (Al-qur’an) dan tidak pula mengetahui
apakah iman kita, tetapi Kami menjadikan Al-qur’an itu cahaya, yang kami
ttunjuki dengan dia siapa yang Kami kehendaki di antara hamba-hamba Kami. Dan
sesungguhnya kamu benar-benar memberi petunjuk kepada jalan yang lurus”. (QS.
42;52).
Dari
penggalan ayat diatas yang berbunyi “Kami menjadikan Al-qur’an itu cahaya”.
Dan ayat
yang lainnya berbunyi “Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu bukti
kebenaran dari Rabbmu, (Muhammad dengan mukjizatnya) dan telah Kami turunkan kepdamu
cahaya yang terang benderang (Al-qur’an).” (QS. 4;174).
Maka sesungguhnya
cahaya Al-qur’an ditujukan untuk orang-orang sbb:
1.
Orang yang tidak menyombongkan diri.
Sesungguhnya, orang yang berlaku sombong dalam hidupnya mereka tak akan
mampu meraih cahaya Al-qur’an.
Aku memalingkan orang-orang yang menyombongkan dirinya di
muka bumi tanpa alasan yang benar dari tanda-tanda kekuasaan-Ku. Mereka jika
melihat tiap-tiap ayat (Ku), mereka tidak berfirman kepadanya. Dan jika mereka
melihat jalan yang membawa yang membawa kepadanya petunjuk, mereka yang tak mau
menempuhnya. Yang demikian itu adalah karena mereka mendustakan ayat-ayat Kami
dan mereka selalu lalai dari padanya. (QS. 7;146).
2.
Orang yang beriman.
Orang yang beriman adalah orang yang mendapat perlindungan Allah. Mereka mendapat
garansi ini sebagai konsekuensi dari keimanannya kepada Allah SWT.
3.
Orang yang mendapat ridho Allah SWT.
Dengan kitab itulah Allah SWT menunjuki orang-orang yang yang mengikuti
keridhaan-Nya ke jalan keselamatan, dan (dengan kitab itu pula) Allah
mengeluarkan orang-orang itu dari kegelapan gulita kepda cahaya yang terang
benderang dengan seizin-Nya, dan menunjuki mereka kejalan yang lurus. (QS.
5;16).
4.
Orang yang memuliakan Al-qur’an.
Maka orang-orang yang beriman kepadanya,memuliakannya, menolongnya dan
mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al-qur’an), mereka
itulah orang-orang yang beruntung. (QS. 7;157).
Olehkarena itu, marilah kita kembali kepda Al-qur’an supaya kita
digolongkan menjadi pendapat cahaya nya Al-qur’an.
Aamiin ya rabbal’aalamiin
Sumber : KH.Misran Agusmar, Lc
Tidak ada komentar:
Posting Komentar